TAHUN
BARU 2013 DI PURWAKARTA BANDUNG
Pada hari senin tanggal 31 Desember 2012, berencana untuk
menyaksikan tahun baru bersama di Karawang di dekat daerah rumah.
Tetapi, ada seorang
yang bernama Cici Olen Dia adalah kakak dari Maikel dan Leo, dan dia juga
adalah kekasih Koko Ncek, mengajak untuk pergi tahin baru ke jati luhur.
Pada jam 06:30
terdengar suara dering handpone ku menandakan ada sebuah message.
“De, mau ikut enggak
nanti siang ke jatiluhur sama anak-anak?” Dari Teh Olen.
“Katanya enggak jadi
Teh, Kata Ade (pacarku).” Balas message dari devi.
“Jadi de, ini aku
n’tar siang mau kesanah.” Jawab Olen.
“Katanya vilanya
udah ada yang tempatin?” jawab devi.
“Nanti kita nginep
di rumah Opah aku de?” tannya kembali Olen.
“Oh, gitu.. Tapi,
aku kata Ade mau Tahun baruan di Karawang teh. Nanti aku bilang dulu deh..”
jawab devi.
Devi pun segera mengirim missage
kepada kekasihnya yang bernama Ahdiyar yang sering di panggil Diyar atau Ade.
“yank, kamu udah
bangun belum? Kamu ada dimana?” message dari devi kepada kekasihnya.
Namun ahdiyar pun
belum bangun dari tidurnya. Dan devi pun segera menelponnya untuk bangun karena
hari sudah semakin siang.
Kring.. kring.. kring..
kring.. suara handpone Ahdiyar pun berbunyi. Dia pun segera mengangkat
telponnya dengan keadaan mata masih tertidur.
“halo.. yank, kamu
belum bangun?” tanya Devi.
“hmmm.. belum. Aku
ngantuk banget yank” jawab Ade.
“kamu tidur di mana
emangnya?” tanya Devi kembali.
“di rumah” jawab
diyar simpul.
“oh.. kamu pulang ke
rumah. Bangun hayu udah siang sayang?” tanya Devi untuk segera dia bangun.
“iya bentar lagi”
jawab Ade
“kok bentar lagi si?
Udah siang tau. Emang kamu malem tidur jam berapa?” tanya devi kembali.
“Tadi pagi jam
07:00” jawab simpul.
“Oh, yaudah. Tapi
ntar bangun ya? Udah siang” jawab Devi.
“Iya.. iya..”
“yaudah..
daaaaaahhh”
“daahhh”
Nit.. henpone pun di
matikan oleh Devi.
Lalu jam sudah menunjukan pukul
09:30 dan Devi pun segera bergegas bangun dari tempat tidurnya untuk pergi
mandy. Setelah dia selesai mandi, dia pun melihat handpone dan ternyata ada dua
message.
“De udah bilang
belum sama si Ade? Gimana ikut enggk?” dari Olen.
“Aku belum bilang
teh. Si Adenya masih tidur. Nanti dah kalo udah bangun di tanyain Teh” jawab
Devi.
“Okkeh..” jawab
simpul Olen.
Saat jam menunjukan
pukul 14:20 Devi pun kembali memessege kekasihnya karena dia belum juga bangun
dan belum memessegenya.
“Yank, kamu di
mana?” tanya messege Devi.
“Aku ada di bengkel”
jawabnya.
“Oh aku kira masih
tidur. Kamu udah makan?”
“Belum yank..” jawab
Ade.
“makan atuh? Tapi
kamu udah mandy?”
“Iya n’tar. Udah
dong mandy mah”
“Oh yaudah”
“iya..” jawab Ade
simpul.
“Yank, tadi teh Olen
messege aku?” tanya Devi kembali.
“Messege apa?”
tanyanya.
“Kata Teh Olen, jadi
ke jatiluhurnya. Kita mau ikut atau enggak?”
“Bilangin kita mah
gak ikut. Kita tauhn baruan di Karawang aja, deket.”
“oh yaudah..”
“Iyaa, aku bongkar
motor dulu ya?”
“Iya sayang”
Message pun
berakhir. Dan Devi segera memessege kepada Olen, untuk memberi tahukannya bahwa
dia tidak ikut.
“Teh aku sm Ade gk
ikut ke jatiluhur” kata Devi.
“Loh.. emangnya
kenapa de?”
“Enggak tau si Ade,
katanya mau di Karawang aja”
“Kok gitu? Udah ikut aja neng”
“Kok gitu? Udah ikut aja neng”
“Teteh aja deh yang
messege ke ade”
“yaudah iya de”
Jam pun menunjukan pada jam 13:4o.
Hanpone Devi pun berdering menandakan adanya message.
“Yank, n’tar sore
kita ke jatiluhur. Ke Karawangnya enggk jadi” message Ade.
“Kok gitu? Emang
sama siapa?” balas Devi.
“Sama anak-anak
banyak”
“oh yaudah, iya”
simpul Devi.
“yaudah, nannti
habis magrib kamu aku jemput ya?”
“iyaa..”
Setelah solat magrib
selesai, Devi pun bersiap-siap untuk pergi. Dan suara handpone pun berbunyi
menandakan ada sebuah satu message dari kekasihnya.
“Yank, kamu udah
siap belum? Aku mau jemput kamu.” Message Ade.
“iya yank udah”
balas Devi.
“yaudah, sekarang
kamu tunggu di depan ya?” jawabnya.
“Iya..”
Lalu Devi pun duduk
di depan rumah menunggu kekasihnya untuk menjemput.
Setelah Ade datang
menjemput, mereka berdua pergi untuk berkumpul di tempat tongkongannya yaitu di
steam dekat perumahan Kedungwaringin di dekat rumahnya. Di sanah sudah ada
teman-temannya yaitu a.David dia adalah teman akrab Ade yang mempunyai bengkel
di bojong, lalu ada a.Lembing dia juga teman nongkrong bareng dan di panggil
oleh orang-orang dengan panggilan Lembing, ada Opick, Dody, Aji, a.Kibaw, dan
Budy. Di sanah kami sedang menuggu satu orang lagi yaitu Om Anton yang
mempunyai Steam itu, karena ia sedsng ada urusan di luar dan menjanjikan untuk
pergi kejatiluhur bersama jam 08:00. Namun kini ia terlambat hingga sampai jam
09:00 malam.
Setelah ia datang semua pun memulai
perjalanan ke jatiluhur dengan di rintikan hujan di setisp jalan. Namun sering
kali ade tertinggal oleh yang lain karena mereka terlalu kencang mengendarai
motor dan tersesat karena tidak tahu arah mana yang harus dia lewati. Namun Ade
pun akhirnya bertemu lagi dan pergi bersama. Di sanah mereka semua selama
perjalanan pakaian mereka basah karena hujan sampai ke tempat tujuan,
perjalanan mereka cukup lama dengan kurang lebih tiga jam perjalanan.
Setelah sesampai di
tempat masuk jatiluhur, di sanah ada Maikel dan Leo yang menunggu kami untuk
menunjukan gang arah ke vila. Setelah sampai di vila mereka semua berkumpul dan
istirahat sejenak di vila. Lalu makanan pun tiba, mereka semua makan di vila
dengan nasi yang berlaukan ikan di goreng dengan sambal kecap yang lumayan
pedas. Setelah makan pun mereka beres-beres untuk merapihkan baju yang terkena
hujan, lalu bersama-sama pergi ke bawah untuk meyaksikan kembang api di
jatiluhur. Pada saat jam 23:55 kami duduk menunggu tahun berganti dengan
menikmati kopi hangat dan susu yang hangat, karena di sanah udara sangat dingin
dengan rintikan hujan yang tidak pernah berhenti. Dansaat jam 00:00 kembang api
pun mulai di nyalahkan sangat banyak dan terasa indah di langit dengat
warna-warna yang indah dan berbeda-beda. Di sanah mereka semua berdiri sambil
melihat langit dan menikmatinya.
“Ya Allah, semoga di
tahun ini kami berdua saling setia (amin)” sebuah permohonan yang di ucapkan
Ade sambil melihat ke arah Devi.
“Semoga kamu menjadi
lebih baik lagi” ucap Devi kepada kekasihnya.
“Ya Allah, aku mohon
kembalikan DAVA kepadaku ya Allah” keluarlah sebuah permohonan yang sangat
kencang yang keluar dari ucapan mulut David.
Setelah sudah
selesai Devi, Ade, David, Lembing, Opick, Dody, Om Anton, Budy, Ncek, Olen,
Aji, Kibaw, Leo, dan kekasihnya. Tos dengan berteriak bersama untuk menjadi semangat dan bahagia.
Semuapun setelah menikmati kembang
api, bergegas naik ke atas untuk pergi ke vila. Namun Devi, Ade, David, dan
Dody. Pergi ke vila belakangan karena mereka ingin memakan jagung bakar di
dekat pinggir jalan. Setelah selesai makan jagung yang sangat lahap mereka
berempat segera menuju vila. Dan di sanah teman-temannya sudah menunggu. Lalu
semua masuk ke dalam vila berkumpul bersama ada Om Anton, David, Ade, Devi,
Aji, Kibaw, Dody, Maikel, Opick, Budy, Lembing, Kentung, Olen, Ncek, Cucuk,
Jawa, dan Kibaw. Mereka semua bercakap-cakap dan mengobrol, lalu Kibaw dan Jawa
pergi keluar untuk membeli kopi dan sebuah cemilan. Sambil menunggu mereka
berdua yang sedang keluar lalu mereka semua melakukan hal iseng agar tidak
jenuh, yaitu melakukan uji nyali bersama dengan mematikan lampu dan hanya
menggunakan satu lilin dan satu rokok yang di taruh di samping lilin itu dan
menyalahkan kamera rekaman di handpone untuk melihat hal apa yang akan terjadi
saat sedang ujinyali. “Semuanya duduk rapat mengelilingi lilin, dalam hati
membaca do’a masing-masing dan dengarkan aba-aba saya dalam hitungsn ke tiga
semua menutup mata ndan baca do’a dalam hati masing-masing” ucap Om Anton yang
menjadi pemimpin dalam hal itu.
Lalu semua pun
bersiap dan jantung mereka semua berdetak sangat kencang karena takut.
“kami di sini tidak
mengganggu, tapi kami hanya berlibur dan bersilaturahmi” ucap Om Anton.
“semua siap, ingat
baca do’a dalam hati masing-masing, satu.. dua.. tiga.. semua tutup mata”
aba-aba yang di ucap o;leh Om Anton.
Mereka semua menutup
mata dengan keadaan yang hening dan di terangin oleh satu lampu saja. Mereka
semua merasakan aktifitas yang di lakukan oleh makhluk lain yang berada di
vila, namun dua orang yang membeli kopi dan cemilan pun kembali. Dan permainan
iseng pun berakhir.
Setelah berakhir lampu pun di
nyalahkan kembali dan lilin pun di matikan, semua melihat rekaman yang terjadi
pada saat ujinyali berlangsung dan ternyata ada sebuah hal yang terekan di
dalam rekaman tersebut. Di sanah banyak sekali hal-hal yang aneh terdengar dan
sosok yang tidak begitu jelas dengan terekam hanya berwarna putih saja. Di
antara lain sebagia dari anak-anak tersebut ada yang melihat dan merasakan hal
aneh saat mereka sedang menutup mata dan dengan keaadaan sunyi.
“Hay Olen?, Hay
Devi?” ucap Om anton dengan melambaikan tangan dengan memegang beberapa bungkus
kopi.
“Ayo bikin kopi yang
perempuan, temenin juga sama Ncek juga Jawa” ucapnya.
Lalu mereka
berempatpun pergi ke rumah Opahnya Oleh untuk bergegas membuat kopi panas.
Dan yang berada di
dalam vila, mereka semua melakukan ujinyali kembali.
Sedangkan tiga orang
yang di dapur sedang menunggu air mndidih untuk membuat kopi mereka bertiga
bercakap-cakap sambil duduk.
“ih.. Om Anton mah
apa wae ya? Takut tau” ucap olen.
“iya ih.. kokok mah
jujur aja ya takut yang begitu-begitu. Gak berani” ucap Ncek sampil makan dengan sepiring nasi dan
ikan ayam.
“Iya teh, aku juga
jantungnya ampe dek-dekan mulu. Takut” ucap Devi.
“Iya serem tau. Om
anton mah iseng teh apa wae” ucap Olen yang sedang di suapi nasi oleh Ncek.
Lalu suara air
airpun berbunyi menandakan air sudah mendidih, dan langsung di tuang ke dalam
cangkir. Setelah semua sudah selesai, lalu kami berempar kembali ke vila untuk
memberikan kopi itu. Ternyata mereka sedang melihat rekaman yang terekam di
kamera hanpone yang terjadi pada saat mereka ujinyali tanpa mereka berempat
yang sedang membuat kopi.
Setelah kopi itu di
minum mereka semua pun melakukan hal sama lagi, namun itu yang terakhir karena
pada saat ujinyali itu mereka merasakan hal yang sangat-sangat aneh dan
menyeramkan. Seperti aku dan Ade merasakan api lilin yang bergoyang-goyang
padahal di situ tidak ada angin dan di dalam rekaman pun lilin itu hanya
terdiam tanpa bergoyang sedikit pun. Lalu a.Lembing dia melihat banyak sekali
makhluk gaib yang mendekati tubuhnya dengan sosok perempuan yang menghampiri
wajahnya dengan wajah yang rusak dan sangat seram, Dody yang melihat makhluk
yang berdiri di dekat tempat duduk dekat Om Anton, Aji merasakan ada seseorang
yang mengambil handpone, a.David merasakan bokongnya di tendang-tendang oleh
makhluk gaib hingga bergoyang mengenai Ade, dan aku, dan a.Kibaw melihat sosok
seorang kakek-kakek yang memiliki rumah itu namun iya sudah lama meninggal.
Akhirnya permainan
itu pun berakhir, dan melihat-lihat rekaman hasil terakhir itu. Dan ternya
rokok yang berada di samping lilin itu di hisap dengan sedirinya beberapa kali,
dan terakhir ada sebuah bayangan putih yang cukup besar melayang ke atas dengan
cepat.
Mereka semua pun
bergegas tidur, dan lampu pun di matikan. Namun yang tidur hanya beberapa orang
saja yaitu a.Kibaw, a.Lembing, Aji, Dody, Maikel, Opick, Om Anton, a.Ncek dan
Teh Olen.
“Yank, kamu tidur
gih besok nanti pusing?” ucap Ade kepada aku
“Aku gak bisa tidur
yank, mata aku gak mau merem” jawab aku.
“Yey kamu mah, udah
meremin aja.” Jawabnya.
Pada jam 04:20
akhirnya aku pun tertidur sampai jam 05:30 aku terbangun karena hidungku mampet.
Pagi pun tiba menunjukan matahari
menerangi langit, semua pun di bangunkan untuk bergegas pergi berjalan-jalan
dan sekaligus pulang. Aku dan Teh Olen pergi ke rumah sebelah untuk mandy dan
beres-beres. Setelah aku selesai mandy aku keluar dan melihat udara sejuk dan
melihat wajah-wajah teman-teman ku yang sangat kusut karena masih mengantuk
terdiam.
“hmmm.. seger
banget... kamu gak mandy yank?” ucap aku pada kekasihku.
“Enggak ah, cuci
muka aja” jawabnya sambil mengelap motor yang kotor.
“Oh yaudah, mau cuci
muka pake sabun aku?” tanyanya lagi.
“Enggak ah, tadi
udah cuci muka” jawabnya.
Aku pun segera
mnyisir rambut dan memakai kosmetik dengan mengaca di sepion motor ku. Lalu
setelah Teh olen mandy kami semua bergegas pulang. Terkecuali kentung dan maikel
yang pulang menaiki mobil dan mereka tidur kembali di rumah Opah maikel itu.
Sebelum kami
bergegas memulai perjalanan kami foto-foto bersama untuk documen saat ke
Purwakarta. Sesudah berfoto-foto Kami berenam pun memulai perjalanan untuk
pergi ke lembang untuk jalan-jalan dahulu sebelum meninggalkan daerah bandung
itu. Di dekat sebuah danau di daerah purwakarta kami berlima berhenti untuk
makan di dekat pinggir jalan namun Aji dan a.Kibaw mereka pergi dahulu ke
lembang tanpa ikut makan bersama kami.
Di sanah kami
memakan nasi yang di bungkur daun pisang dan lima tusuk sate maranggi dengan
sambel kecap yang lumayan pedas untuk mengisi perut di pagi hari. Setelah semua
kenyang kami pin melanjutkan perjalanan menuju lembang, di sanah perjalanannya
sangat lama sehingga aku sangat pegal duduk di motor. Namun di setiap jalan aku
melihat pemandangan yang sangat indah dan dengan jalanan yang naik dan turun.
Sesampainya di
lembang semua bingung dengan jalan yang akan di lalui dan yang akan di kujungi.
Namun Om Anton pun turun dari motor dan menanyakan ke tempat polisi yang sedang
berdiri di tempat itu. Dan setelah menanyakan, semua bergegas mulai berjalan
kembali. Dan ternyata semua memutar balik dan kembali ke jalan sebelumnya untuk
berkunjung ke tempat wisata.
Awalnya mau bersantai di kebun tea
untuk tidur dengan memetik strowberi, namun di sanah terlalu banyak
mengeluarkan uang. Akhirnya mereka pergi dan tidak jadi kesanah, dan mereka
semua akhirnya pergi ke tempat wisata Gunung Tangkuban perahu, Dengan tiket masuk
31.000 satu motor. Di sanah mereka menaiki jalan menanjak untuk melihat gunung
itu di sanah sangat ramai sekali dan macet.
“Ya ampun rame
banget! Kita mau parkir di mana yank?” ucap aku kepada Ade.
“N’tar di bawah
yank” jawabnya.
Setelah parkir motor
aku dan yang lain pergi menanjak untuk melihat gunung tangkuban perahu itu, dan
di sanah cuacanya sangat sejuk dan indah. Kami semua sempat berfoto-foto
bersama, dan duduk mengobrol bersama di dekat warung-warung kecil di situ
sambil meminum kofi. Setelah jam menunjukan jam 12:00 aku dan yang lain
bergegas pulang kerumah meninggalkan daerah bandung, dan perjalanan di sanah
sampai ke rumah tiga jam namun di sanah terjebak macet dan menghambat
perjalanan. Di sanah kami membeli oleh-oleh nanas dan kerupuk pasir, terkecuali
aku tidak membeli apa-apa hanya membeli strowberi di saat berada di tanggkuban
perahu.
Dan melanjutkan
perjalanan kembali, hingga di rumah sampai jam 17:30 di saat tiba di rumah aku
dan kekasihku pergi berbelanja ke alpa untuk membeli jajanan.
Dan aku pun segera
pulang ke rumah untuk beristirahat.
Itu lah perjalananku pada saat pergantian tahun
di daerah purwakarta bandung with Pacar ku Diyar, Teh Olen, a.Ncek, a.David,
Dody, a.Lembing, Opick, a.Jawa, a.Cucuk, a.Kibaw, Aji, Budy dan Om Anton :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar