Senin, 07 Januari 2013


TAHUN BARU 2013 DI PURWAKARTA BANDUNG
                Pada hari senin tanggal 31 Desember 2012, berencana untuk menyaksikan tahun baru bersama di Karawang di dekat daerah rumah.
Tetapi, ada seorang yang bernama Cici Olen Dia adalah kakak dari Maikel dan Leo, dan dia juga adalah kekasih Koko Ncek, mengajak untuk pergi tahin baru ke jati luhur.
Pada jam 06:30 terdengar suara dering handpone ku menandakan ada sebuah message.
“De, mau ikut enggak nanti siang ke jatiluhur sama anak-anak?” Dari Teh Olen.
“Katanya enggak jadi Teh, Kata Ade (pacarku).” Balas message dari devi.
“Jadi de, ini aku n’tar siang mau kesanah.” Jawab Olen.
“Katanya vilanya udah ada yang tempatin?” jawab devi.
“Nanti kita nginep di rumah Opah aku de?” tannya kembali Olen.
“Oh, gitu.. Tapi, aku kata Ade mau Tahun baruan di Karawang teh. Nanti aku bilang dulu deh..” jawab devi.
            Devi pun segera mengirim missage kepada kekasihnya yang bernama Ahdiyar yang sering di panggil Diyar atau Ade.
“yank, kamu udah bangun belum? Kamu ada dimana?” message dari devi kepada kekasihnya.
Namun ahdiyar pun belum bangun dari tidurnya. Dan devi pun segera menelponnya untuk bangun karena hari sudah semakin siang.
Kring.. kring.. kring.. kring.. suara handpone Ahdiyar pun berbunyi. Dia pun segera mengangkat telponnya dengan keadaan mata masih tertidur.
“halo.. yank, kamu belum bangun?” tanya Devi.
“hmmm.. belum. Aku ngantuk banget yank” jawab Ade.
“kamu tidur di mana emangnya?” tanya Devi kembali.
“di rumah” jawab diyar simpul.
“oh.. kamu pulang ke rumah. Bangun hayu udah siang sayang?” tanya Devi untuk segera dia bangun.
“iya bentar lagi” jawab Ade
“kok bentar lagi si? Udah siang tau. Emang kamu malem tidur jam berapa?” tanya devi kembali.
“Tadi pagi jam 07:00” jawab simpul.
“Oh, yaudah. Tapi ntar bangun ya? Udah siang” jawab Devi.
“Iya.. iya..”
“yaudah.. daaaaaahhh”
“daahhh”
Nit.. henpone pun di matikan oleh Devi.
            Lalu jam sudah menunjukan pukul 09:30 dan Devi pun segera bergegas bangun dari tempat tidurnya untuk pergi mandy. Setelah dia selesai mandi, dia pun melihat handpone dan ternyata ada dua message.
“De udah bilang belum sama si Ade? Gimana ikut enggk?” dari Olen.
“Aku belum bilang teh. Si Adenya masih tidur. Nanti dah kalo udah bangun di tanyain Teh” jawab Devi.
“Okkeh..” jawab simpul Olen.
Saat jam menunjukan pukul 14:20 Devi pun kembali memessege kekasihnya karena dia belum juga bangun dan belum memessegenya.
“Yank, kamu di mana?” tanya messege Devi.
“Aku ada di bengkel” jawabnya.
“Oh aku kira masih tidur. Kamu udah makan?”
“Belum yank..” jawab Ade.
“makan atuh? Tapi kamu udah mandy?”
“Iya n’tar. Udah dong mandy mah”
“Oh yaudah”
“iya..” jawab Ade simpul.
“Yank, tadi teh Olen messege aku?” tanya Devi kembali.
“Messege apa?” tanyanya.
“Kata Teh Olen, jadi ke jatiluhurnya. Kita mau ikut atau enggak?”
“Bilangin kita mah gak ikut. Kita tauhn baruan di Karawang aja, deket.”
“oh yaudah..”
“Iyaa, aku bongkar motor dulu ya?”
“Iya sayang”
Message pun berakhir. Dan Devi segera memessege kepada Olen, untuk memberi tahukannya bahwa dia tidak ikut.
“Teh aku sm Ade gk ikut ke jatiluhur” kata Devi.
“Loh.. emangnya kenapa de?”
“Enggak tau si Ade, katanya mau di Karawang aja”
“Kok gitu? Udah ikut aja neng”
“Teteh aja deh yang messege ke ade”
“yaudah iya de”
            Jam pun menunjukan pada jam 13:4o. Hanpone Devi pun berdering menandakan adanya message.
“Yank, n’tar sore kita ke jatiluhur. Ke Karawangnya enggk jadi” message Ade.
“Kok gitu? Emang sama siapa?” balas Devi.
“Sama anak-anak banyak”
“oh yaudah, iya” simpul Devi.
“yaudah, nannti habis magrib kamu aku jemput ya?”
“iyaa..”
Setelah solat magrib selesai, Devi pun bersiap-siap untuk pergi. Dan suara handpone pun berbunyi menandakan ada sebuah satu message dari kekasihnya.
“Yank, kamu udah siap belum? Aku mau jemput kamu.” Message Ade.
“iya yank udah” balas Devi.
“yaudah, sekarang kamu tunggu di depan ya?” jawabnya.
“Iya..”
Lalu Devi pun duduk di depan rumah menunggu kekasihnya untuk menjemput.
Setelah Ade datang menjemput, mereka berdua pergi untuk berkumpul di tempat tongkongannya yaitu di steam dekat perumahan Kedungwaringin di dekat rumahnya. Di sanah sudah ada teman-temannya yaitu a.David dia adalah teman akrab Ade yang mempunyai bengkel di bojong, lalu ada a.Lembing dia juga teman nongkrong bareng dan di panggil oleh orang-orang dengan panggilan Lembing, ada Opick, Dody, Aji, a.Kibaw, dan Budy. Di sanah kami sedang menuggu satu orang lagi yaitu Om Anton yang mempunyai Steam itu, karena ia sedsng ada urusan di luar dan menjanjikan untuk pergi kejatiluhur bersama jam 08:00. Namun kini ia terlambat hingga sampai jam 09:00 malam.
            Setelah ia datang semua pun memulai perjalanan ke jatiluhur dengan di rintikan hujan di setisp jalan. Namun sering kali ade tertinggal oleh yang lain karena mereka terlalu kencang mengendarai motor dan tersesat karena tidak tahu arah mana yang harus dia lewati. Namun Ade pun akhirnya bertemu lagi dan pergi bersama. Di sanah mereka semua selama perjalanan pakaian mereka basah karena hujan sampai ke tempat tujuan, perjalanan mereka cukup lama dengan kurang lebih tiga jam perjalanan.
Setelah sesampai di tempat masuk jatiluhur, di sanah ada Maikel dan Leo yang menunggu kami untuk menunjukan gang arah ke vila. Setelah sampai di vila mereka semua berkumpul dan istirahat sejenak di vila. Lalu makanan pun tiba, mereka semua makan di vila dengan nasi yang berlaukan ikan di goreng dengan sambal kecap yang lumayan pedas. Setelah makan pun mereka beres-beres untuk merapihkan baju yang terkena hujan, lalu bersama-sama pergi ke bawah untuk meyaksikan kembang api di jatiluhur. Pada saat jam 23:55 kami duduk menunggu tahun berganti dengan menikmati kopi hangat dan susu yang hangat, karena di sanah udara sangat dingin dengan rintikan hujan yang tidak pernah berhenti. Dansaat jam 00:00 kembang api pun mulai di nyalahkan sangat banyak dan terasa indah di langit dengat warna-warna yang indah dan berbeda-beda. Di sanah mereka semua berdiri sambil melihat langit dan menikmatinya.
“Ya Allah, semoga di tahun ini kami berdua saling setia (amin)” sebuah permohonan yang di ucapkan Ade sambil melihat ke arah Devi.
“Semoga kamu menjadi lebih baik lagi” ucap Devi kepada kekasihnya.
“Ya Allah, aku mohon kembalikan DAVA kepadaku ya Allah” keluarlah sebuah permohonan yang sangat kencang yang keluar dari ucapan mulut David.
Setelah sudah selesai Devi, Ade, David, Lembing, Opick, Dody, Om Anton, Budy, Ncek, Olen, Aji, Kibaw, Leo, dan kekasihnya. Tos dengan berteriak  bersama untuk menjadi semangat dan bahagia.
            Semuapun setelah menikmati kembang api, bergegas naik ke atas untuk pergi ke vila. Namun Devi, Ade, David, dan Dody. Pergi ke vila belakangan karena mereka ingin memakan jagung bakar di dekat pinggir jalan. Setelah selesai makan jagung yang sangat lahap mereka berempat segera menuju vila. Dan di sanah teman-temannya sudah menunggu. Lalu semua masuk ke dalam vila berkumpul bersama ada Om Anton, David, Ade, Devi, Aji, Kibaw, Dody, Maikel, Opick, Budy, Lembing, Kentung, Olen, Ncek, Cucuk, Jawa, dan Kibaw. Mereka semua bercakap-cakap dan mengobrol, lalu Kibaw dan Jawa pergi keluar untuk membeli kopi dan sebuah cemilan. Sambil menunggu mereka berdua yang sedang keluar lalu mereka semua melakukan hal iseng agar tidak jenuh, yaitu melakukan uji nyali bersama dengan mematikan lampu dan hanya menggunakan satu lilin dan satu rokok yang di taruh di samping lilin itu dan menyalahkan kamera rekaman di handpone untuk melihat hal apa yang akan terjadi saat sedang ujinyali. “Semuanya duduk rapat mengelilingi lilin, dalam hati membaca do’a masing-masing dan dengarkan aba-aba saya dalam hitungsn ke tiga semua menutup mata ndan baca do’a dalam hati masing-masing” ucap Om Anton yang menjadi pemimpin dalam hal itu.
Lalu semua pun bersiap dan jantung mereka semua berdetak sangat kencang karena takut.
“kami di sini tidak mengganggu, tapi kami hanya berlibur dan bersilaturahmi” ucap Om Anton.
“semua siap, ingat baca do’a dalam hati masing-masing, satu.. dua.. tiga.. semua tutup mata” aba-aba yang di ucap o;leh Om Anton.
Mereka semua menutup mata dengan keadaan yang hening dan di terangin oleh satu lampu saja. Mereka semua merasakan aktifitas yang di lakukan oleh makhluk lain yang berada di vila, namun dua orang yang membeli kopi dan cemilan pun kembali. Dan permainan iseng pun berakhir.
            Setelah berakhir lampu pun di nyalahkan kembali dan lilin pun di matikan, semua melihat rekaman yang terjadi pada saat ujinyali berlangsung dan ternyata ada sebuah hal yang terekan di dalam rekaman tersebut. Di sanah banyak sekali hal-hal yang aneh terdengar dan sosok yang tidak begitu jelas dengan terekam hanya berwarna putih saja. Di antara lain sebagia dari anak-anak tersebut ada yang melihat dan merasakan hal aneh saat mereka sedang menutup mata dan dengan keaadaan sunyi.
“Hay Olen?, Hay Devi?” ucap Om anton dengan melambaikan tangan dengan memegang beberapa bungkus kopi.
“Ayo bikin kopi yang perempuan, temenin juga sama Ncek juga Jawa” ucapnya.
Lalu mereka berempatpun pergi ke rumah Opahnya Oleh untuk bergegas membuat kopi panas.
Dan yang berada di dalam vila, mereka semua melakukan ujinyali kembali.
Sedangkan tiga orang yang di dapur sedang menunggu air mndidih untuk membuat kopi mereka bertiga bercakap-cakap sambil duduk.
“ih.. Om Anton mah apa wae ya? Takut tau” ucap olen.
“iya ih.. kokok mah jujur aja ya takut yang begitu-begitu. Gak berani” ucap  Ncek sampil makan dengan sepiring nasi dan ikan ayam.
“Iya teh, aku juga jantungnya ampe dek-dekan mulu. Takut” ucap Devi.
“Iya serem tau. Om anton mah iseng teh apa wae” ucap Olen yang sedang di suapi nasi oleh Ncek.
Lalu suara air airpun berbunyi menandakan air sudah mendidih, dan langsung di tuang ke dalam cangkir. Setelah semua sudah selesai, lalu kami berempar kembali ke vila untuk memberikan kopi itu. Ternyata mereka sedang melihat rekaman yang terekam di kamera hanpone yang terjadi pada saat mereka ujinyali tanpa mereka berempat yang sedang membuat kopi.
Setelah kopi itu di minum mereka semua pun melakukan hal sama lagi, namun itu yang terakhir karena pada saat ujinyali itu mereka merasakan hal yang sangat-sangat aneh dan menyeramkan. Seperti aku dan Ade merasakan api lilin yang bergoyang-goyang padahal di situ tidak ada angin dan di dalam rekaman pun lilin itu hanya terdiam tanpa bergoyang sedikit pun. Lalu a.Lembing dia melihat banyak sekali makhluk gaib yang mendekati tubuhnya dengan sosok perempuan yang menghampiri wajahnya dengan wajah yang rusak dan sangat seram, Dody yang melihat makhluk yang berdiri di dekat tempat duduk dekat Om Anton, Aji merasakan ada seseorang yang mengambil handpone, a.David merasakan bokongnya di tendang-tendang oleh makhluk gaib hingga bergoyang mengenai Ade, dan aku, dan a.Kibaw melihat sosok seorang kakek-kakek yang memiliki rumah itu namun iya sudah lama meninggal.
Akhirnya permainan itu pun berakhir, dan melihat-lihat rekaman hasil terakhir itu. Dan ternya rokok yang berada di samping lilin itu di hisap dengan sedirinya beberapa kali, dan terakhir ada sebuah bayangan putih yang cukup besar melayang ke atas dengan cepat.
Mereka semua pun bergegas tidur, dan lampu pun di matikan. Namun yang tidur hanya beberapa orang saja yaitu a.Kibaw, a.Lembing, Aji, Dody, Maikel, Opick, Om Anton, a.Ncek dan Teh Olen.
“Yank, kamu tidur gih besok nanti pusing?” ucap Ade kepada aku
“Aku gak bisa tidur yank, mata aku gak mau merem” jawab aku.
“Yey kamu mah, udah meremin aja.” Jawabnya.
Pada jam 04:20 akhirnya aku pun tertidur sampai jam 05:30 aku terbangun karena hidungku mampet.
            Pagi pun tiba menunjukan matahari menerangi langit, semua pun di bangunkan untuk bergegas pergi berjalan-jalan dan sekaligus pulang. Aku dan Teh Olen pergi ke rumah sebelah untuk mandy dan beres-beres. Setelah aku selesai mandy aku keluar dan melihat udara sejuk dan melihat wajah-wajah teman-teman ku yang sangat kusut karena masih mengantuk terdiam.
“hmmm.. seger banget... kamu gak mandy yank?” ucap aku pada kekasihku.
“Enggak ah, cuci muka aja” jawabnya sambil mengelap motor yang kotor.
“Oh yaudah, mau cuci muka pake sabun aku?” tanyanya lagi.
“Enggak ah, tadi udah cuci muka” jawabnya.
Aku pun segera mnyisir rambut dan memakai kosmetik dengan mengaca di sepion motor ku. Lalu setelah Teh olen mandy kami semua bergegas pulang. Terkecuali kentung dan maikel yang pulang menaiki mobil dan mereka tidur kembali di rumah Opah maikel itu.
Sebelum kami bergegas memulai perjalanan kami foto-foto bersama untuk documen saat ke Purwakarta. Sesudah berfoto-foto Kami berenam pun memulai perjalanan untuk pergi ke lembang untuk jalan-jalan dahulu sebelum meninggalkan daerah bandung itu. Di dekat sebuah danau di daerah purwakarta kami berlima berhenti untuk makan di dekat pinggir jalan namun Aji dan a.Kibaw mereka pergi dahulu ke lembang tanpa ikut makan bersama kami.
Di sanah kami memakan nasi yang di bungkur daun pisang dan lima tusuk sate maranggi dengan sambel kecap yang lumayan pedas untuk mengisi perut di pagi hari. Setelah semua kenyang kami pin melanjutkan perjalanan menuju lembang, di sanah perjalanannya sangat lama sehingga aku sangat pegal duduk di motor. Namun di setiap jalan aku melihat pemandangan yang sangat indah dan dengan jalanan yang naik dan turun.
Sesampainya di lembang semua bingung dengan jalan yang akan di lalui dan yang akan di kujungi. Namun Om Anton pun turun dari motor dan menanyakan ke tempat polisi yang sedang berdiri di tempat itu. Dan setelah menanyakan, semua bergegas mulai berjalan kembali. Dan ternyata semua memutar balik dan kembali ke jalan sebelumnya untuk berkunjung ke tempat wisata.
            Awalnya mau bersantai di kebun tea untuk tidur dengan memetik strowberi, namun di sanah terlalu banyak mengeluarkan uang. Akhirnya mereka pergi dan tidak jadi kesanah, dan mereka semua akhirnya pergi ke tempat wisata Gunung Tangkuban perahu, Dengan tiket masuk 31.000 satu motor. Di sanah mereka menaiki jalan menanjak untuk melihat gunung itu di sanah sangat ramai sekali dan macet.
“Ya ampun rame banget! Kita mau parkir di mana yank?” ucap aku kepada Ade.
“N’tar di bawah yank” jawabnya.
Setelah parkir motor aku dan yang lain pergi menanjak untuk melihat gunung tangkuban perahu itu, dan di sanah cuacanya sangat sejuk dan indah. Kami semua sempat berfoto-foto bersama, dan duduk mengobrol bersama di dekat warung-warung kecil di situ sambil meminum kofi. Setelah jam menunjukan jam 12:00 aku dan yang lain bergegas pulang kerumah meninggalkan daerah bandung, dan perjalanan di sanah sampai ke rumah tiga jam namun di sanah terjebak macet dan menghambat perjalanan. Di sanah kami membeli oleh-oleh nanas dan kerupuk pasir, terkecuali aku tidak membeli apa-apa hanya membeli strowberi di saat berada di tanggkuban perahu.
Dan melanjutkan perjalanan kembali, hingga di rumah sampai jam 17:30 di saat tiba di rumah aku dan kekasihku pergi berbelanja ke alpa untuk membeli jajanan.
Dan aku pun segera pulang ke rumah untuk beristirahat.

Itu lah perjalananku pada saat pergantian tahun di daerah purwakarta bandung with Pacar ku Diyar, Teh Olen, a.Ncek, a.David, Dody, a.Lembing, Opick, a.Jawa, a.Cucuk, a.Kibaw, Aji, Budy dan Om Anton :)



TAHUN BARU 2013 DI PURWAKARTA BANDUNG
                Pada hari senin tanggal 31 Desember 2012, berencana untuk menyaksikan tahun baru bersama di Karawang di dekat daerah rumah.
Tetapi, ada seorang yang bernama Cici Olen Dia adalah kakak dari Maikel dan Leo, dan dia juga adalah kekasih Koko Ncek, mengajak untuk pergi tahin baru ke jati luhur.
Pada jam 06:30 terdengar suara dering handpone ku menandakan ada sebuah message.
“De, mau ikut enggak nanti siang ke jatiluhur sama anak-anak?” Dari Teh Olen.
“Katanya enggak jadi Teh, Kata Ade (pacarku).” Balas message dari devi.
“Jadi de, ini aku n’tar siang mau kesanah.” Jawab Olen.
“Katanya vilanya udah ada yang tempatin?” jawab devi.
“Nanti kita nginep di rumah Opah aku de?” tannya kembali Olen.
“Oh, gitu.. Tapi, aku kata Ade mau Tahun baruan di Karawang teh. Nanti aku bilang dulu deh..” jawab devi.
            Devi pun segera mengirim missage kepada kekasihnya yang bernama Ahdiyar yang sering di panggil Diyar atau Ade.
“yank, kamu udah bangun belum? Kamu ada dimana?” message dari devi kepada kekasihnya.
Namun ahdiyar pun belum bangun dari tidurnya. Dan devi pun segera menelponnya untuk bangun karena hari sudah semakin siang.
Kring.. kring.. kring.. kring.. suara handpone Ahdiyar pun berbunyi. Dia pun segera mengangkat telponnya dengan keadaan mata masih tertidur.
“halo.. yank, kamu belum bangun?” tanya Devi.
“hmmm.. belum. Aku ngantuk banget yank” jawab Ade.
“kamu tidur di mana emangnya?” tanya Devi kembali.
“di rumah” jawab diyar simpul.
“oh.. kamu pulang ke rumah. Bangun hayu udah siang sayang?” tanya Devi untuk segera dia bangun.
“iya bentar lagi” jawab Ade
“kok bentar lagi si? Udah siang tau. Emang kamu malem tidur jam berapa?” tanya devi kembali.
“Tadi pagi jam 07:00” jawab simpul.
“Oh, yaudah. Tapi ntar bangun ya? Udah siang” jawab Devi.
“Iya.. iya..”
“yaudah.. daaaaaahhh”
“daahhh”
Nit.. henpone pun di matikan oleh Devi.
            Lalu jam sudah menunjukan pukul 09:30 dan Devi pun segera bergegas bangun dari tempat tidurnya untuk pergi mandy. Setelah dia selesai mandi, dia pun melihat handpone dan ternyata ada dua message.
“De udah bilang belum sama si Ade? Gimana ikut enggk?” dari Olen.
“Aku belum bilang teh. Si Adenya masih tidur. Nanti dah kalo udah bangun di tanyain Teh” jawab Devi.
“Okkeh..” jawab simpul Olen.
Saat jam menunjukan pukul 14:20 Devi pun kembali memessege kekasihnya karena dia belum juga bangun dan belum memessegenya.
“Yank, kamu di mana?” tanya messege Devi.
“Aku ada di bengkel” jawabnya.
“Oh aku kira masih tidur. Kamu udah makan?”
“Belum yank..” jawab Ade.
“makan atuh? Tapi kamu udah mandy?”
“Iya n’tar. Udah dong mandy mah”
“Oh yaudah”
“iya..” jawab Ade simpul.
“Yank, tadi teh Olen messege aku?” tanya Devi kembali.
“Messege apa?” tanyanya.
“Kata Teh Olen, jadi ke jatiluhurnya. Kita mau ikut atau enggak?”
“Bilangin kita mah gak ikut. Kita tauhn baruan di Karawang aja, deket.”
“oh yaudah..”
“Iyaa, aku bongkar motor dulu ya?”
“Iya sayang”
Message pun berakhir. Dan Devi segera memessege kepada Olen, untuk memberi tahukannya bahwa dia tidak ikut.
“Teh aku sm Ade gk ikut ke jatiluhur” kata Devi.
“Loh.. emangnya kenapa de?”
“Enggak tau si Ade, katanya mau di Karawang aja”
“Kok gitu? Udah ikut aja neng”
“Teteh aja deh yang messege ke ade”
“yaudah iya de”
            Jam pun menunjukan pada jam 13:4o. Hanpone Devi pun berdering menandakan adanya message.
“Yank, n’tar sore kita ke jatiluhur. Ke Karawangnya enggk jadi” message Ade.
“Kok gitu? Emang sama siapa?” balas Devi.
“Sama anak-anak banyak”
“oh yaudah, iya” simpul Devi.
“yaudah, nannti habis magrib kamu aku jemput ya?”
“iyaa..”
Setelah solat magrib selesai, Devi pun bersiap-siap untuk pergi. Dan suara handpone pun berbunyi menandakan ada sebuah satu message dari kekasihnya.
“Yank, kamu udah siap belum? Aku mau jemput kamu.” Message Ade.
“iya yank udah” balas Devi.
“yaudah, sekarang kamu tunggu di depan ya?” jawabnya.
“Iya..”
Lalu Devi pun duduk di depan rumah menunggu kekasihnya untuk menjemput.
Setelah Ade datang menjemput, mereka berdua pergi untuk berkumpul di tempat tongkongannya yaitu di steam dekat perumahan Kedungwaringin di dekat rumahnya. Di sanah sudah ada teman-temannya yaitu a.David dia adalah teman akrab Ade yang mempunyai bengkel di bojong, lalu ada a.Lembing dia juga teman nongkrong bareng dan di panggil oleh orang-orang dengan panggilan Lembing, ada Opick, Dody, Aji, a.Kibaw, dan Budy. Di sanah kami sedang menuggu satu orang lagi yaitu Om Anton yang mempunyai Steam itu, karena ia sedsng ada urusan di luar dan menjanjikan untuk pergi kejatiluhur bersama jam 08:00. Namun kini ia terlambat hingga sampai jam 09:00 malam.
            Setelah ia datang semua pun memulai perjalanan ke jatiluhur dengan di rintikan hujan di setisp jalan. Namun sering kali ade tertinggal oleh yang lain karena mereka terlalu kencang mengendarai motor dan tersesat karena tidak tahu arah mana yang harus dia lewati. Namun Ade pun akhirnya bertemu lagi dan pergi bersama. Di sanah mereka semua selama perjalanan pakaian mereka basah karena hujan sampai ke tempat tujuan, perjalanan mereka cukup lama dengan kurang lebih tiga jam perjalanan.
Setelah sesampai di tempat masuk jatiluhur, di sanah ada Maikel dan Leo yang menunggu kami untuk menunjukan gang arah ke vila. Setelah sampai di vila mereka semua berkumpul dan istirahat sejenak di vila. Lalu makanan pun tiba, mereka semua makan di vila dengan nasi yang berlaukan ikan di goreng dengan sambal kecap yang lumayan pedas. Setelah makan pun mereka beres-beres untuk merapihkan baju yang terkena hujan, lalu bersama-sama pergi ke bawah untuk meyaksikan kembang api di jatiluhur. Pada saat jam 23:55 kami duduk menunggu tahun berganti dengan menikmati kopi hangat dan susu yang hangat, karena di sanah udara sangat dingin dengan rintikan hujan yang tidak pernah berhenti. Dansaat jam 00:00 kembang api pun mulai di nyalahkan sangat banyak dan terasa indah di langit dengat warna-warna yang indah dan berbeda-beda. Di sanah mereka semua berdiri sambil melihat langit dan menikmatinya.
“Ya Allah, semoga di tahun ini kami berdua saling setia (amin)” sebuah permohonan yang di ucapkan Ade sambil melihat ke arah Devi.
“Semoga kamu menjadi lebih baik lagi” ucap Devi kepada kekasihnya.
“Ya Allah, aku mohon kembalikan DAVA kepadaku ya Allah” keluarlah sebuah permohonan yang sangat kencang yang keluar dari ucapan mulut David.
Setelah sudah selesai Devi, Ade, David, Lembing, Opick, Dody, Om Anton, Budy, Ncek, Olen, Aji, Kibaw, Leo, dan kekasihnya. Tos dengan berteriak  bersama untuk menjadi semangat dan bahagia.
            Semuapun setelah menikmati kembang api, bergegas naik ke atas untuk pergi ke vila. Namun Devi, Ade, David, dan Dody. Pergi ke vila belakangan karena mereka ingin memakan jagung bakar di dekat pinggir jalan. Setelah selesai makan jagung yang sangat lahap mereka berempat segera menuju vila. Dan di sanah teman-temannya sudah menunggu. Lalu semua masuk ke dalam vila berkumpul bersama ada Om Anton, David, Ade, Devi, Aji, Kibaw, Dody, Maikel, Opick, Budy, Lembing, Kentung, Olen, Ncek, Cucuk, Jawa, dan Kibaw. Mereka semua bercakap-cakap dan mengobrol, lalu Kibaw dan Jawa pergi keluar untuk membeli kopi dan sebuah cemilan. Sambil menunggu mereka berdua yang sedang keluar lalu mereka semua melakukan hal iseng agar tidak jenuh, yaitu melakukan uji nyali bersama dengan mematikan lampu dan hanya menggunakan satu lilin dan satu rokok yang di taruh di samping lilin itu dan menyalahkan kamera rekaman di handpone untuk melihat hal apa yang akan terjadi saat sedang ujinyali. “Semuanya duduk rapat mengelilingi lilin, dalam hati membaca do’a masing-masing dan dengarkan aba-aba saya dalam hitungsn ke tiga semua menutup mata ndan baca do’a dalam hati masing-masing” ucap Om Anton yang menjadi pemimpin dalam hal itu.
Lalu semua pun bersiap dan jantung mereka semua berdetak sangat kencang karena takut.
“kami di sini tidak mengganggu, tapi kami hanya berlibur dan bersilaturahmi” ucap Om Anton.
“semua siap, ingat baca do’a dalam hati masing-masing, satu.. dua.. tiga.. semua tutup mata” aba-aba yang di ucap o;leh Om Anton.
Mereka semua menutup mata dengan keadaan yang hening dan di terangin oleh satu lampu saja. Mereka semua merasakan aktifitas yang di lakukan oleh makhluk lain yang berada di vila, namun dua orang yang membeli kopi dan cemilan pun kembali. Dan permainan iseng pun berakhir.
            Setelah berakhir lampu pun di nyalahkan kembali dan lilin pun di matikan, semua melihat rekaman yang terjadi pada saat ujinyali berlangsung dan ternyata ada sebuah hal yang terekan di dalam rekaman tersebut. Di sanah banyak sekali hal-hal yang aneh terdengar dan sosok yang tidak begitu jelas dengan terekam hanya berwarna putih saja. Di antara lain sebagia dari anak-anak tersebut ada yang melihat dan merasakan hal aneh saat mereka sedang menutup mata dan dengan keaadaan sunyi.
“Hay Olen?, Hay Devi?” ucap Om anton dengan melambaikan tangan dengan memegang beberapa bungkus kopi.
“Ayo bikin kopi yang perempuan, temenin juga sama Ncek juga Jawa” ucapnya.
Lalu mereka berempatpun pergi ke rumah Opahnya Oleh untuk bergegas membuat kopi panas.
Dan yang berada di dalam vila, mereka semua melakukan ujinyali kembali.
Sedangkan tiga orang yang di dapur sedang menunggu air mndidih untuk membuat kopi mereka bertiga bercakap-cakap sambil duduk.
“ih.. Om Anton mah apa wae ya? Takut tau” ucap olen.
“iya ih.. kokok mah jujur aja ya takut yang begitu-begitu. Gak berani” ucap  Ncek sampil makan dengan sepiring nasi dan ikan ayam.
“Iya teh, aku juga jantungnya ampe dek-dekan mulu. Takut” ucap Devi.
“Iya serem tau. Om anton mah iseng teh apa wae” ucap Olen yang sedang di suapi nasi oleh Ncek.
Lalu suara air airpun berbunyi menandakan air sudah mendidih, dan langsung di tuang ke dalam cangkir. Setelah semua sudah selesai, lalu kami berempar kembali ke vila untuk memberikan kopi itu. Ternyata mereka sedang melihat rekaman yang terekam di kamera hanpone yang terjadi pada saat mereka ujinyali tanpa mereka berempat yang sedang membuat kopi.
Setelah kopi itu di minum mereka semua pun melakukan hal sama lagi, namun itu yang terakhir karena pada saat ujinyali itu mereka merasakan hal yang sangat-sangat aneh dan menyeramkan. Seperti aku dan Ade merasakan api lilin yang bergoyang-goyang padahal di situ tidak ada angin dan di dalam rekaman pun lilin itu hanya terdiam tanpa bergoyang sedikit pun. Lalu a.Lembing dia melihat banyak sekali makhluk gaib yang mendekati tubuhnya dengan sosok perempuan yang menghampiri wajahnya dengan wajah yang rusak dan sangat seram, Dody yang melihat makhluk yang berdiri di dekat tempat duduk dekat Om Anton, Aji merasakan ada seseorang yang mengambil handpone, a.David merasakan bokongnya di tendang-tendang oleh makhluk gaib hingga bergoyang mengenai Ade, dan aku, dan a.Kibaw melihat sosok seorang kakek-kakek yang memiliki rumah itu namun iya sudah lama meninggal.
Akhirnya permainan itu pun berakhir, dan melihat-lihat rekaman hasil terakhir itu. Dan ternya rokok yang berada di samping lilin itu di hisap dengan sedirinya beberapa kali, dan terakhir ada sebuah bayangan putih yang cukup besar melayang ke atas dengan cepat.
Mereka semua pun bergegas tidur, dan lampu pun di matikan. Namun yang tidur hanya beberapa orang saja yaitu a.Kibaw, a.Lembing, Aji, Dody, Maikel, Opick, Om Anton, a.Ncek dan Teh Olen.
“Yank, kamu tidur gih besok nanti pusing?” ucap Ade kepada aku
“Aku gak bisa tidur yank, mata aku gak mau merem” jawab aku.
“Yey kamu mah, udah meremin aja.” Jawabnya.
Pada jam 04:20 akhirnya aku pun tertidur sampai jam 05:30 aku terbangun karena hidungku mampet.
            Pagi pun tiba menunjukan matahari menerangi langit, semua pun di bangunkan untuk bergegas pergi berjalan-jalan dan sekaligus pulang. Aku dan Teh Olen pergi ke rumah sebelah untuk mandy dan beres-beres. Setelah aku selesai mandy aku keluar dan melihat udara sejuk dan melihat wajah-wajah teman-teman ku yang sangat kusut karena masih mengantuk terdiam.
“hmmm.. seger banget... kamu gak mandy yank?” ucap aku pada kekasihku.
“Enggak ah, cuci muka aja” jawabnya sambil mengelap motor yang kotor.
“Oh yaudah, mau cuci muka pake sabun aku?” tanyanya lagi.
“Enggak ah, tadi udah cuci muka” jawabnya.
Aku pun segera mnyisir rambut dan memakai kosmetik dengan mengaca di sepion motor ku. Lalu setelah Teh olen mandy kami semua bergegas pulang. Terkecuali kentung dan maikel yang pulang menaiki mobil dan mereka tidur kembali di rumah Opah maikel itu.
Sebelum kami bergegas memulai perjalanan kami foto-foto bersama untuk documen saat ke Purwakarta. Sesudah berfoto-foto Kami berenam pun memulai perjalanan untuk pergi ke lembang untuk jalan-jalan dahulu sebelum meninggalkan daerah bandung itu. Di dekat sebuah danau di daerah purwakarta kami berlima berhenti untuk makan di dekat pinggir jalan namun Aji dan a.Kibaw mereka pergi dahulu ke lembang tanpa ikut makan bersama kami.
Di sanah kami memakan nasi yang di bungkur daun pisang dan lima tusuk sate maranggi dengan sambel kecap yang lumayan pedas untuk mengisi perut di pagi hari. Setelah semua kenyang kami pin melanjutkan perjalanan menuju lembang, di sanah perjalanannya sangat lama sehingga aku sangat pegal duduk di motor. Namun di setiap jalan aku melihat pemandangan yang sangat indah dan dengan jalanan yang naik dan turun.
Sesampainya di lembang semua bingung dengan jalan yang akan di lalui dan yang akan di kujungi. Namun Om Anton pun turun dari motor dan menanyakan ke tempat polisi yang sedang berdiri di tempat itu. Dan setelah menanyakan, semua bergegas mulai berjalan kembali. Dan ternyata semua memutar balik dan kembali ke jalan sebelumnya untuk berkunjung ke tempat wisata.
            Awalnya mau bersantai di kebun tea untuk tidur dengan memetik strowberi, namun di sanah terlalu banyak mengeluarkan uang. Akhirnya mereka pergi dan tidak jadi kesanah, dan mereka semua akhirnya pergi ke tempat wisata Gunung Tangkuban perahu, Dengan tiket masuk 31.000 satu motor. Di sanah mereka menaiki jalan menanjak untuk melihat gunung itu di sanah sangat ramai sekali dan macet.
“Ya ampun rame banget! Kita mau parkir di mana yank?” ucap aku kepada Ade.
“N’tar di bawah yank” jawabnya.
Setelah parkir motor aku dan yang lain pergi menanjak untuk melihat gunung tangkuban perahu itu, dan di sanah cuacanya sangat sejuk dan indah. Kami semua sempat berfoto-foto bersama, dan duduk mengobrol bersama di dekat warung-warung kecil di situ sambil meminum kofi. Setelah jam menunjukan jam 12:00 aku dan yang lain bergegas pulang kerumah meninggalkan daerah bandung, dan perjalanan di sanah sampai ke rumah tiga jam namun di sanah terjebak macet dan menghambat perjalanan. Di sanah kami membeli oleh-oleh nanas dan kerupuk pasir, terkecuali aku tidak membeli apa-apa hanya membeli strowberi di saat berada di tanggkuban perahu.
Dan melanjutkan perjalanan kembali, hingga di rumah sampai jam 17:30 di saat tiba di rumah aku dan kekasihku pergi berbelanja ke alpa untuk membeli jajanan.
Dan aku pun segera pulang ke rumah untuk beristirahat.

Itu lah perjalananku pada saat pergantian tahun di daerah purwakarta bandung with Pacar ku Diyar, Teh Olen, a.Ncek, a.David, Dody, a.Lembing, Opick, a.Jawa, a.Cucuk, a.Kibaw, Aji, Budy dan Om Anton :)